Sahabtaku, kini aku terjarat cintamu...
Sungguh, bukan aku yang mau, tapi semuany terjadi begitu saja...
Senin, 31 Mei 2010
Buat Sahabat Terbaikku.......
Selang Waktu berlalu..
Jatuh Bangun Kisah Cintaku,
Saat pertama kali aku bertemu, Seseorang yang telah merebut segenap perhatianku.
Melambungkan seluruh pikiranku,
Hingga membuatku benar-benar mengunci pintu hatiku.
Namun, dia pula yang telah menghancurkan harapnku..
meluluhlantahkan seluruh penantianku
membuatku kecewa hingga tak mampu aku menahannya
sempat terpikir untuk memaafkannya,
Namun, ternyata namanya ternyata namanya terlanjur menyiksa rasa.
Berkali-kali aku bertemu,
Seseorang yang kupikir bisa menyembuhkanku dari segenap pilu...
Tapi,
Berkali-kali pula aku terpaksa merasakannya,
Terjatuh ke dalam pahitnya lautan cinta.
Bosan aku rasa,
penantian yang sia-sia
Tak pernah ada yang tahu
Bahwa ini sangat melelahkanku
Kini, aku berusaha berjalan
Setahap demi setahap menapaki jalan hidupku
Terkadang, buku adalah sahabat paling baik di dunia ini.
Tapi terkadang, para sahabat dekatpun adalah teman terbaik dalam mengusir kesepian..
Tapi,
Jahatnya cinta,
Ia datang tanpa mengenal orang
Kembali ia menyambungkan benang-benang
Harapanku akan cinta dan kasih sayang,
Semakin hari, semakin besar kurasakan.
Hingga aku tak dapat lagi memisahkan antara cinta dan persahabatn.
Aku benar-benar terperangkap ke dalamnya,
Tak mampu aku melawan,
Rindu yang kurasakan terlalu dalam.
Bukan aku yang tidak paham
Akan bedanya cinta dan kasih sayang
Namun, perasaan itu telah menjeratku dalam-dalam
Mengunci rapat setiap desakan.
Tuhan, apa yang harus ku perbuat?
Aku tak ingin kehilangan sahabatku,
Tapi aku juga tak ingin kehilangan cintaku
Sedang baginya, sahabat adalah segala-galanya.
Pernah aku berkata;
Tapi sepertinya ini sangat membingungkan.
SATU HAL YANG PASTI,
TUHAN, AKU SANGAT MENYAYANGI DIA...
DAN AKU, INGIN SEKALI MEMBERIKAN CINTAKU HANYA UNTUKNYA..............
SUNGGUH,,,
Jatuh Bangun Kisah Cintaku,
Saat pertama kali aku bertemu, Seseorang yang telah merebut segenap perhatianku.
Melambungkan seluruh pikiranku,
Hingga membuatku benar-benar mengunci pintu hatiku.
Namun, dia pula yang telah menghancurkan harapnku..
meluluhlantahkan seluruh penantianku
membuatku kecewa hingga tak mampu aku menahannya
sempat terpikir untuk memaafkannya,
Namun, ternyata namanya ternyata namanya terlanjur menyiksa rasa.
Berkali-kali aku bertemu,
Seseorang yang kupikir bisa menyembuhkanku dari segenap pilu...
Tapi,
Berkali-kali pula aku terpaksa merasakannya,
Terjatuh ke dalam pahitnya lautan cinta.
Bosan aku rasa,
penantian yang sia-sia
Tak pernah ada yang tahu
Bahwa ini sangat melelahkanku
Kini, aku berusaha berjalan
Setahap demi setahap menapaki jalan hidupku
Terkadang, buku adalah sahabat paling baik di dunia ini.
Tapi terkadang, para sahabat dekatpun adalah teman terbaik dalam mengusir kesepian..
Tapi,
Jahatnya cinta,
Ia datang tanpa mengenal orang
Kembali ia menyambungkan benang-benang
Harapanku akan cinta dan kasih sayang,
Semakin hari, semakin besar kurasakan.
Hingga aku tak dapat lagi memisahkan antara cinta dan persahabatn.
Aku benar-benar terperangkap ke dalamnya,
Tak mampu aku melawan,
Rindu yang kurasakan terlalu dalam.
Bukan aku yang tidak paham
Akan bedanya cinta dan kasih sayang
Namun, perasaan itu telah menjeratku dalam-dalam
Mengunci rapat setiap desakan.
Tuhan, apa yang harus ku perbuat?
Aku tak ingin kehilangan sahabatku,
Tapi aku juga tak ingin kehilangan cintaku
Sedang baginya, sahabat adalah segala-galanya.
Pernah aku berkata;
Tapi sepertinya ini sangat membingungkan.
SATU HAL YANG PASTI,
TUHAN, AKU SANGAT MENYAYANGI DIA...
DAN AKU, INGIN SEKALI MEMBERIKAN CINTAKU HANYA UNTUKNYA..............
SUNGGUH,,,
Dewi Isnaeni
17 May, 2010
Untuk Sahabat Terbaikku
yang selalu aku sayang,
A-- -- --
Rabu, 12 Mei 2010
Mencoba Memahami
Sejujurnya, aku tak suka ini. Entah kau berpikir atau tidak, sikapmu membuatku selalu berpikir, apakah engkau masih menyayangiku?. Sedang, yang aku tahu kini kau tak seperti dulu.... Aku rindu main bersamamu. Atau sekedar menyanyi dan tertawa di jalanan.........
Kau, sahabat terbaikku yang selalu aku rindu kasih sayangmu yang dulu......
Kau, sahabat yang selalu ku kagumi, kebijaksanaanmu, kepintaranmu, dan wawasanmu, aku menyukai semua yang ada dalam dirimu......
Kau, ku selalu berharap kau akan mengatakan hal itu untuk kedua kalinya, namun, bukan aku yang mengawali. Yang aku inginkan kau yang pertama mengungkapkannya, bukan aku.....
Kau tahu? sampai sekarang aku masih merindukan caramu menyayangiku, perhatianmu... semuanya...
Melihat kau tertidur,. semakin membuatku ingin mengatakan bahwa aku sayang dan masih sayang seperti dulu saat pertama kita bertemu.....
Langganan:
Komentar (Atom)
