Selasa, 09 November 2010

FADE AWAY........

Kawan, mari kita  berjalan...
menutup rapat semua kenangan,
mengubur harapan dalam-dalam,

Kawan, mari kita berjalan...
menghapus namanya pelan-pelan,
membuka pikiran untuk masa depan...

Kawan, mari kita berjalan..
hanya sekedar berjalan ke depan,
tak usah lagi menengok ke belakang..

Kawan, tak apa kita yang minta maaf duluan,
anggap saja ini sebagai tamparan, karena kita
tak pandai menaklukan cinta yang membutakan....

Kawan, mari kita pulang,
balikkan badan menenangkan pikiran...
tak apa malam ini kita luapkan kesedihan,
semoga esok, matahari akan lebih terang......

Selasa, 02 November 2010

siapa bilang jadi guru itu mudah?

Mungkin bagi sebagaian orang menganggap bahwa pekerjaan guru itu sangat mudah, hanya tinggal menyuruh dan menilai.
Tapi tidak demikian, yang aku rasakan terutama d awal-awal aku mengajar, semuanya terasa sangat sulit. Jika saat aku masih menjadi mahasiswa ataupun siswa, aku hanya menerima pelajaran dan berusaha sebaik mungkin untuk dapat menyerap pelajaran. Tapi kini, saat menjadi nguru, yang aku rasakan semuanya serba terbalik, kini aku yang harus bekerja keras untuk memberikan pelajaran pada anak. Kau tahu betapa sulitnya itu? mengingat kemampuan anak dalam setiap kelas sangatlah berbeda. Banyak 'kepala berbeda' yang harus aku atur setiap harinya, yang harus aku paksa setiap harinya untuk menerima ilmu baru.. walaupun mungkin bagi mereka yang sama sekali belum tahu arti pentingnya sebuah ilmu, hal ini sangat menjemukkan dan membosankan.

Setelah lama berjalan, aku berpikir, ternyata lebih enak menjadi siswa, ketika kita tidak bisa, kita hanya tinggal memanage diri untuk lebih bisa, ketika kita merasa bodoh, kita hanya tinggal memaksa diri untuk bekerja sedikit lebih keras...Tapi kini, saat sebagian siswa tidak bisa dengan pelajaran yang kita ajarkan, what should I do? sedangkan kita sudah berulang-ulang menjelaskan. Kita sudah menghabiskan sampai 3x pertemuan unutk membahasnya.. Tapi hasilnya?
Kita simpan dulu unutk ketidakberhasilan anak yang disebabkan oleh pembawaan kecerdasan mereka, sekarang, kalau itu terjadi karena di luar faktor kecerdasan, misalnya karena kabandelan mereka? karena mereka terus mengobrol selama guru menjelaskan, karena mereka bermain HP saat guru menjelaskan?karena mereka malas mengerjakan PR? karena mereka bermain saat belajar? apa yang harus dilakukan? haruskah guru bertindak keras/ haruskah guru melarang anak SD unutk berpacaran? haruskah guru merajia HP yang dimainkan saat proses pembelajaran berlangsung? haruskah guru merajia mainan anak-anak?

Dan, kemudian, saat guru melakukan tindakan-tindakan di atas, kemudian anak tidak suka dan mereka melapor kepada orangtua, haruskah guru yang disalahkan? ketika anak datang kesiangan dan berjalan dengan santainya setiap hari haruskan seorang guru tetap diam? kalau ditegur haruskah anak melaporkan kepada orangtua dan guru yang disalahkan?

Kenapa harus guru yang disalahkan? pernahkan para orang tua itu berpikir betapa bandelnya anak-anak mereka? pernahkah orang tua ikut berpartisipasi untuk mendorong anak dalam mengerjakan PR? pernahkah? Pernahkah para orang tua berpikir bahwa tidak mungkin ada guru yang mau mencelakai anak didiknya? pernahkah mereka merasakan kasih sayang seorang guru terhadap muridnya? Tapi kenapa seolah sebagian orang tua tidak menghormati guru, hanya karena guru di beri gaji dan mereka berpikir semua masalah anaknya adalah tanggungjawab guru, jika begitu, kenapa guru tidak diberi tanggungjawab sepenuhnya terutama dalam hal menegur anak?